Automation

Tutorial Arduino menggunakan Tinkercad

Pengenalan

Halo, teman-teman pada kesempatan ini, saya ingin membahas tutorial Arduino menggunakan simulasi. Arduino itu apa sih? Dikutip dari https://www.arduino.cc/en/guide/introduction

Arduino is an open-source electronics platform based on easy-to-use hardware and software. Arduino boards are able to read inputs – light on a sensor, a finger on a button, or a Twitter message – and turn it into an output – activating a motor, turning on an LED, publishing something online. You can tell your board what to do by sending a set of instructions to the microcontroller on the board

Jadi, Arduino adalah open-source electronic platform untuk merancang dan memodifikasi hardware dan software berdasarkan kebutuhan tertentu manusia. Arduino itu sendiri adalah papan rangkaian yang sudah dirancang untuk menghasilkan output dari input tertentu. Teman-teman perlu ketahui bahwa Arduino bukan termasuk mikrokontroler.

image.png

Gambar di atas menunjukkan bagian-bagian arduino. Bagian Arduino itu seperti bisa kita lihat teman-teman ada pin digital, tombol reset, USB connector, power port, TX RX LED, analog input output dan lain-lain. Nah, di bagian Arduino itu ada mikrokontroler-nya. Arduino itu ada berbagai jenis-jenis. Tetapi paling sering digunakan ada jenis Arduino Uno R3. Mikrokontroler Arduino Uno R3 adalah ATmega328. Atmega ini barulah mikrokontrolernya. Jadi, perlu sedikit meluruskan bahwa mikrokontroler itu bagian dari Arduino, namun bukan berarti Arduino adalah mikrokontrolernya.

Namun, mikrokontroler itu apa ya? Nah, mikrokontroler adalah sistem IC (Integrated Circuit) yang kegunaannya mengatur sistem digital. Bisa dikatakan mikrokontroler adalah otaknya sistem yang memiliki funginya untuk menjalankan tugas-tugas tertentu. Mikrokontroler ini berisi CPU, RAM, ROM, I/O port, Timer, dan lain-lain.

Ada CPU, CPU itu termasuk apa ya?. CPU itu termasuk mikroprosesor yang hanya bertugas mengolah input output saja. Mikroprosesor adalah chip yang bertugas mengolah datanya, namun tidak mengerjakan tugas-tugas spesifik. Tugas-tugas spesifik contohnya Kulkas pintar, Smart Trash Can, dan lain-lain yang berbasis IoT dan kegunaan untuk mengerjakan kebutuhan manusia. Nah, alat yang mengerjakan tugas spesifik itu adalah mikrokontroler, sedangkan mikroprosesor adalah bagian mikrokontroler tapi tidak digunakan untuk mengerjakan tugas spesifik.

Aku harap bisa membantu ya penjelasan di atas. Sekarang, kita coba menerapkan arduino tapi hanya simulasi saja

Tutorial

Kita menggunakan Tinkercad teman-teman. Tinkercad itu adalah situs sekumpulan tools yang digunakan untuk merancang simulasi 3D design, elektronik, and coding. Kita buka situs Tinkercad di https://www.tinkercad.com/

image.png

Pertama-tama, harus daftar akun terlebih dahulu ya, teman-teman. Setelah login, kita pilih tab Circuits yang ada di pojok kiri (arah kiri kita) seperti ini:

image.png

Sebagai contoh, saya ingin membuat 4 LED dengan pattern sebagai berikut:

image.png

Klik Create New Circuit dan susun rangkaian dengan drag seperti ini:

image.png

Buatlah rangkaian sebagai berikut:

image.png

Note: perlu diperhatikan pin-pin arduino harus sesuai dengan tempat mencolokkannya. Untuk datasheet Arduino Uno R3 sebagai berikut:

image.png

Setelah itu, buka tab yang di kanan code dan lalu ganti mode blocks jadi Text. Jika muncul pesan peringatan pilih Iya. Saya akan bagikan source code. Source code ini boleh digunakan sebagai bahan belajar:

// C++ code
//
int i;
void setup()
{
  for(i=2;i<=5;i++) {
    pinMode(i, OUTPUT);
  }
  
}

void loop()
{
  for(i=5;i>=2;i--) {
  digitalWrite(i, HIGH);
  delay(1000); // Wait for 1000 millisecond(s)
  digitalWrite(i, LOW);
  }
  for(i=3;i<=4;i++) {
  digitalWrite(i, HIGH);
  delay(1000); // Wait for 1000 millisecond(s)
  digitalWrite(i, LOW);
  }
}

Saya jelaskan sedikit cara kerja code. Terdapat dua function dalam arduino, yaitu setup() dan loop(). Ini hukumnya wajib ya harus ada kedua function itu. Function setup adalah function digunakan untuk melakukan inisialisasi variabel, mode pin, mode komunikasi, penggunaan modul, dan menggunakan library. Function setup() akan dijalankan sekali dan dipanggil saat menyalakan papan sistem Arduino atau me-reset papan Arduino. Sedangkan, loop() merupakan function yang dipanggil setelah function setup() yang menjalankan statement/instruksi pada papan sistem Arduino. Pada function loop, papan Arduino akan menjalankan program statement secara terus-menerus dan berulang/loop. Jadi, loop() akan menjalankan papan sistem Arduino.

Pada, kode setup() berisi for-loop yang digunakan untuk menginisialisasi dari pin bernomor 2 sampai 5 (perhatikan pada rangkaiannya) sebagai output. Output ini akan menjadi inputnya untuk LED, karena konsepnya Arduino yang mengirim signal keluarannya ke LED. Lalu, loop() berisi program untuk menyalakan dan mematikan LED dengan digital write. HIGH logic untuk menyalakan LED dan LOW logic untuk mematikan LED. Delay untuk menjeda setiap waktu nya dalam milisekon, artinya untuk membuat 1 sekon maka dibutuhkan 1000 milisekon untuk membuat delay pada Arduino.

Referensi:

https://www.arduino.cc/

Sekian dari post blog ku hari ini, sampai jumpa teman-teman. Terima kasih telah membaca blogku dan semoga bermanfaat.

Abdul Muttaqin

Seorang peggiat IT , saya suka nulis udah gitu aja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close
Close